GaplekUsaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Di Indonesia, UKM merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. Jumlah UKM  sampai tahun 2011 mencapai sekitar 52 juta. ukm di Indonesia amat penting bagi  perekonomian sebab menyumbang 60% dari PDB serta menampung 97% tenaga kerja. Namun  akses ke lembaga keuangan sangat terbatas baru mencapai 25% atau 13 juta unit ukm yang  bisa memperoleh akses ke lembaga keuangan. Pemerintah Indonesia membina ukm melalui  Kementrian Koperasi dan ukm, di masing masing Provinsi dan Kabupaten / Kota.

Definisi ukm. Usaha Kecil Menengah merupakan sebuah istilah yang mengacu ke jenis  usaha kecil yang mempunyai kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk  tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan  Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian usaha kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang  berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil  dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:

  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
  • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah)
  • Milik Warga Negara Indonesia
  • Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
  • Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Purwakarta mempunyai potensi untuk mengembangkan UKM karena memiliki sejarah pengembangan yang terbukti berhasil seperti contoh daerah Plered yang merupakan salah satu perintis UKM terkenal di Indonesia,  nama Plered adalah nama daerah di kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dengan luas wilayah sekitar 97.172 Ha (atau sekitar 36,79 KM persegi). jumlah penduduk di kecamatan plered sekitar 65.172 jiwa yang tersebar di 16 desa atau kelurahan. Produksi kerajinan keramik Plered selain untuk permintaan pasar lokal, juga diekspor ke berbagai negara, di antaranya Jepang, Taiwan, Korea, Australia, New Zeland, Belanda, Kanada, Saudi Arabia, Amerika Serikat, dan Latin, Inggris, Spanyol, dan Italia. Namun demikian kerjainan Plered pada saat ini tidak dapat berkembang bahkan cenderung menuju kemunduran sebagai akibat dari menurunnya penjualan. Alasan utama dari banyaknya UKM di  lokasi Plered tidak berkembang lagi adalah karena permaslahan lokasi yang sudah tidak strategis lagi akibat dibangunnya Tol Purbaleunyi.

Ketergantungan penjualan terhadap lokasi yang strategis seharusnya tidak menjadi kendala pada jaman informasi saat ini dengan memanfaatkan teknologi internet dan media yang lain sehingga tidak terlalu bergantung pada lokasi geografis. Untuk merubah sebuah UKM menjadi lebih berorientasi dengan teknologi sebaiknya harus segera memperbaiki dan menjalankan strategi berikut ini agar usahanya berkembang.

  • Segmentasi pasar. Dalam merancang suatu produk, UKM harus menjalankan segmentasi pasar. Cara ini yang juga dilakukan usaha-usaha besar dalam mempersiapkan produknya. Sebuah produk atau jasa, harus membidik pasar tertentu agar manfaat dari sebuah produk bisa maksimal dirasakan konsumen. Sebab, tiap market punya kebutuhan yang berbeda. Dengan melakukan segmentasi pasar, usaha kecil menengah bisa lebih mengoptimalkan setiap produk yang dikeluarkannya.
  • Menjadi pemimpin pasar. Ini mungkin sering dilupakan oleh usaha kecil menengah. Yang penting penjualan lancar, rasanya sudah cukup. Padahal, untuk melakukan lompatan yang lebih besar, UKM harus bekerja lebih keras agar bisa menjadi pemimpin pasar. Terlena dengan kenyamanan yang sudah dirasakan bisa menjadi blunder besar bagi sebuah usaha. Sebab situasi bisnis tidak berhenti berubah.
  • Kerjasama antar usaha kecil menengah. Melakukan kerjasama dengan sesama pelaku usaha kecil menengah perlu juga dilakukan agar bisa saling memperkuat usaha. Misalnya bisa dibuat paket promosi bersama yang bisa saling menguntungkan kedua UKM.

Setelah memperbaiki strategi internal, sudah saatnya menerapkan strategi pemasaran dengan meningkatkan penjualan, usaha kecil menengah (UKM) harus gencar melakukan promosi. Berikut cara promosi online yang bisa dilakukan oleh pelaku UKM.

  • Web atau Situs. Memiliki situs atau web sendiri sudah menjadi keharusan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ingin maju. Dengan situs tersebut, UKM bisa mempromosikan produk-produk yang dimilikinya ke seluruh dunia.
  • Blog. Punya blog mendatangkan manfaat besar bagi usaha kecil menengah. Sebab akan membuat promosi yang dilakukan lebih lincah.
  • Sosial media. Peran social media makin penting bagi kehidupan masyarakat saat ini. Usaha kecil menengah tidak boleh ketinggalan berada di dalamnya untuk lebih mendekatkan diri dengan pasar. Pengelolaan social media yang tepat, seperti dengan menerapkan Facebook Marketing bisa meledakkan bisnis ukm.
  • Offline-online. Menghubungkan antara kegiatan offline-online di usaha kecil menengah dapat mempercepat pertumbuhan UKM melebihi yang pernah dibayangkan.