Pariwisata yang mencakup berbagai bidang bisnis dan studi diperlukan sebuah kerangka standar atau framework yang berhubungan dengan pariwisata.

Banyak framework  telah dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda untuk tujuan dan orientasi tertentu bahkan ada yang menawarkan pandangan yang lebih holistik mengenai Pariwisata.

Seperti halnya framework model “Leiper’s Basic Tourism System” yang sangat populer dan mudah untuk dipahami. Leiper model ini  mulai  dikembangkan pada tahun 1979, meskipun sejak saat itu telah diperbarui kembali.

Interaksi antara elemen-elemen model tersebut  dalam hal transaksi dan dampak dimana melibatkan tiga elemen utama yaitu:

  • Wisatawan sendiri yang merupakan aktor dalam sistem.
  • Geografis yang terdiri atas wisatawan yang menjadikan daerah itu tempat wisata, daerah tujuan wisata dan rute daerah wisata.
  • Pelaku industri Pariwisata terdiri atas orang-orang bisnis dan organisasi yang terlibat dalam menyediakan produk pariwisata.

 

Sistem Pariwisata

Leiper menunjukkan bahwa industri pariwisata terdiri dari semua perusahaan-perusahaan, organisasi dan fasilitas yang dimaksudkan untuk melayani kebutuhan spesifik dan keinginan para wisatawan.

Demikian pula, Henderson (1994) berpendapat bahwa industri perjalanan dan pariwisata ada sebagai jaringan yang luas dari organisasi komersial dan non-komersial dengan tujuan  melayani kebutuhan wisatawan. Dan sebagian besar pendapat praktisi  mengenai  sistem industri Pariwisata  juga hampir sama.

Pariwisata adalah fenomena yang kompleks karena melibatkan bisnis multi-sektoral, multi aset dan akan menciptakan kesulitan sendiri ketika mencoba untuk melakukan generalisasi dengan standar pengelolaan sebuah usaha pariwisata.

Pariwisata menjadi multi-sektoral karena meliputi sektor industri yang berbeda. Menurut Lickorish dan Jenkins (1997), pariwisata adalah kegiatan yang melintasi sektor konvensional dalam perekonomian, yang membutuhkan input yang bersifat ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.

Kegiatan pariwisata meliputi berbagai sektor, termasuk akomodasi, atraksi, perdagangan perjalanan dan transportasi. Bahkan Henderson (1994) menunjukkan bahwa beberapa sektor-sektor ini dalam industri dapat dilihat sebagai industri yang independen.

Kompleksitas pariwisata telah menyebabkan banyak akademis mengembangkan minat di dalamnya dengan terus mengembangkan model framework yang dapat menjelaskan Pariwisata. Melalui pendekatan integratif untuk mempelajari pariwisata sehingga akan lebih holistik atau menyeluruh yang  dapat memberikan  pemahaman yang lebih baik terhadap fenomena pariwisata.

Sehingga  tidak ada pandangan sempit dan terpisah-pisah mengenai Pariwisata misalnya bagian penjualan mungkin hanya fokus pada sifat pelayanan pariwisata sementara para ekonom mungkin melihatnya sebagai sebuah industri. (erf)