Tidak semua orang berpikir dengan cara yang sama. Memahami gaya berpikir Anda sendiri dan gaya orang lain di sekitar Anda akan memberikan beberapa alat untuk memimpin yang sangat berharga.

Istilah “gaya berpikir”  tidak mengacu pada IQ Anda, tetapi bagaimana Anda memproses informasi. Secara umum kita dapat membedakan menjadi tiga gaya berpikir yaitu: taktis, operasional, dan strategis

Kebanyakan orang cenderung terjebak hanya menggunakan salah satu gaya berpikir. Dengan memplejari  gaya berpikir yang lainnya maka Anda dapat mengajukan pertanyaan yang berbeda dan berpikir tentang masalah secara lebih dalam dengan sudut pandang yang berbeda dan memcahkannya dengan cara-cara baru yang segar dan menarik.

Dengan melakukan ini Anda akan bekerja lebih efektif dengan tim Anda karena Anda dapat memahami bagaimana mereka berpikir dan berkomunikasi sendiri dan orang lain sehingga Anda dapat berbicara dengan gaya bahasa mereka sendiri .

Menerapkan Pengetahuan Mengenai Diri Sendiri

Manfaat menerapkan pengetahuan mengenai diri sendiri di tempat kerja mungkin tidak terlihat segera hasilnya.  Mengelola kemampuan kognitif pada diri sendiri selalu memiliki nilai yang bermanfaat dan telah diakui sebagai acuan tingkat kemampuan seseorang dalam memandang suatu permasalahan oleh para psikolog selama beberapa dekade.

 

Tingkat kemampuan sesorang tersebut disebut sebagai istilah Emotional Intelligence (EI) yang diciptakan untuk menggambarkan kemampuan untuk mengidentifikasi, membedakan antara, dan menggunakan perasaan sendiri dan orang lain untuk membimbing setiap  pikiran dan tindakan.

Pentingnya EI tidak dilebih-lebihkan, ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa EI adalah indikator yang jauh lebih baik dari ukuran standar kecerdasan seperti IQ.

Kecerdasan emosi yang dialami oleh seorang pemimpin akan mempengaruhi budaya organisasi, membentuk kepuasan karyawan, loyalitas, dan produktivitas, dan sehingga memiliki pengaruh yang nyata pada hasil. (erf)