Cacing pita berbentuk panjang pipih menyerupai pita, kepala kecil, dan mempunyai kait untuk melekatkan diri pada dinding usus. Badannya beruas-ruas, setiap ruas dapat mengeluarkan ratusan telur. Cacing pita mempunyai banyak jenis, tetapi ada tiga yang biasa dikenal, yaitu cacing pita daging, cacing pita ikan, dan cacing pita babi.
Penyebab
Mengonsumsi daging dan ikan yang mengandung cacing pita dan memasaknya kurang matang.
Gejala dan tanda-tanda
1. Perut terasa mulas dan mual, kadang perih dan tajam menusuk-nusuk, tetapi hilang sesudah makan.
2. Badan kurus, pucat, pusing, kurang nafsu makan, dan feses berlendir.
Pencegahan
1. Masak daging dan ikan dengan baik hingga benar-benar matang.
2. Lindungi makanan dari kontaminasi kotoran.
Pengobatan herbal
Resep 1
15 g kulit delima kering 5 g biji pinang kering 20 gam kunyit
a. Cuci bersih semua bahan, tumbuk.
b. Rebus dengan 600 cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Minum setelah dingin (juga dapat digunakan untuk semua jenis cacing).
Resep 2
30 butir biji labu kuning, kupas 1 sdm biji mentimun kering Madu secukupnya
a. Cuci bersih semua bahan, tumbuk hingga halus, lalu seduh dengan 150 cc air panas.
b. Tambahkan madu, lalu minum hangat.


Resep 3
15 butir biji wudani kering
a. Cuci bersih bahan,tumbLik halus. Seduh dengan 200 cc air panas, lalu minum setelah dingin (sebelum dan sesudah mengonsumsi wudani, jangan minum teh).
b. Resep ini juga dapat digunakan untuk cacing tambang dan cacing kremi.
Catatan:
Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur.